Boris SimanjuntakAnggota

    Biography

    Boris P. Simanjuntak, gitaris dari band ‘The Flowers’ ini mengaku telah memperhatikan dan memainkan musik rock and roll sejak kecil. Boris muda yang masih menginjakkan kaki di kelas 4 Sekolah Dasar mulai mencoba intro ‘Ticket To Ride’ nya The Beatles yang ia pelajari dari rekan mainnya. Sang Ibu merupakan seorang pekerja seni, khususnya seni tari hingga theater, hal ini tentu makin memudahkan Boris untuk lebih mengembangkan bakatnya terutama di bidang kesenian musik. Dia sempat dimasukkan kursus gitar di Farabi walaupun tidak sampai selesai, namun Boris cenderung lebih tertarik belajar gitar lewat teman-teman setongkrongannya pada saat itu. Bakat musik ini terus ia asah hingga meningkat ke bangku SMP dan SMA. Ia tidak pernah absen di panggung apalagi jika ada acara pensi musik di sekolahan. Tembang-tembang dari band Poison, Solid 80, Sammy Hagar, Motley Crue, hingga Metallica adalah lahapan wajibnya bersama kawan-kawan seperjuangan saat itu. Hingga suatu waktu ia bertemu Riri Riza (produser film) yang satu sekolah di SMA Labschool. Saat itu Riri bermain sebagai penabuh drum dan sosok inilah yang ia akui sebagai mentor pertamanya di bidang musik, karena Boris banyak bertukar fikiran olehnya dan mendapat cukup banyak pengarahan khususnya dibidang musik. Berlanjut hingga ke bangku kuliah, gitaris kelahiran Jakarta 29 Agustus ini, memutuskan untuk masuk di Kampus Trisakti Jurusan Design. Disini ia mengenal Dimas Djayadiningrat, Boris yang berfashion rock and roll saat kuliah akhirnya mendapat lawan eksperimental dalam bermusik. Lewat Djay dipertemukanlah Boris dengan Anda Perdana dan Njet Barmansyah yang saat itu berpacaran dengan adiknya Djay, dari sinilah awal cikal bakal Boris masuk sebagai seorang gitaris di lingkungan potlot. Boris dan kawan-kawan sempat membentuk band ‘House Of The Rising Sun’ yang terdiri dari, Ivanka Slank, Chilling The Flowers, Njet Barmansyah, Anda Perdana, Teguh Kidnap Katrina. Suatu hari band ini sedang manggung di Jakarta, membawakan lagu-lagu dari The Black Crows, The Doors, Rolling Stone, hingga Lenny Kravitz. Saat itu Bimbim, Kaka dan Bongky (Slank) yang nonton live perform band ini pun kepincut dengan aksi mereka di panggung dan memulai relasi hingga masuk sarang ke lingkungan Potlot. Era 90’an popularitas band slenge’an ini tentu tidak bisa diragukan lagi sepak terjangnya di blantika musik rock Indonesia. Positifnya mereka mewadahkan rumah Bunda Iffet ini sebagai tempat berkreasi khususnya di bidang musik. Boris pun perlahan mulai enggan menimba ilmu di kampus, hingga pada akhirnya memilih cabut-cabutan dari jadwal yang mestinya kuliah, malahan nongkrong di potlot. Akhirnya ia pun bertekad untuk lebih memfokuskan kuliah musik saja disini, yang ia sebut sebagai Potlot School Of Rock. Sekembalinya dari perantauan di Amerika dan sukses membawa bekal diploma di bidang musik hingga pada suatu saat itu ia bertemu dengan pasangan musisi, Melly Goeslaw dan Anto Hoed yang Boris akui duet ini pun mementornya lagi. “Anto dan Melly adalah guru gue yang memperkenalkan sisi lain, karena musik potlot dan yang Melly buat tentu sangat berbeda. Mereka tau karakter gue bermain dan dia tetep memberi ruang gue untuk tetap menjadi diri sendiri, ini merupakan tantangan baru. Hingga gue nyaman kerja bersama Melly, tentunya ngebuka link dan wawasan bermusik karena yang gue bawain lagu yang sebelumnya belum pernah gue lakonin,” ucapnya mengenai kerjasamanya dengan Melly dan Anto. Saat ini Boris sedang berjuang untuk membangkitkan band utamanya ‘The Flowers’ bersama Njet, Dado dan Eugne ia akan melakukan tahap rekaman lagi dalam waktu dekat, setelah terakhir Flowers merilis album ‘Still Alive and Well’ di tahun 2010. Menurutnya Flowers adalah dia dan Njet, ini adalah tempat menemukan kembali perasaannya yang hilang dan disinilah Boris bisa mencurahkan semua isi hati untuk membuat musik tanpa memikirkan orang lain akan suka atau tidak nantinya. Ditengah kesibukan jadwal membantu projek rekananan sesama musisi untuk manggung dan sebagainya, ia pun sudah siap berkonsentrasi full demi The Flowers. “Gue sekarang kaya pelacur, gue harus lebih realistis karena gue punya kebutuhan untuk anak istri. Untuk mencapai idealisme ini gue harus melacur untuk mencari modal album. Semua gue lakukan terutama buat The Flowers,” ungkap Boris yang kini turut bermain juga sebagai session player bersama Aura Kasih, Vicky Shu, hingga Anggun C Sasmi.

    Lagu Hits

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    Discography

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years