Koko TholeAnggota

    Biography

    Thole begitu panggilan akrabnya, dari nama sebenarnya adalah Joko Priyono yang lahir di Magelang. Ia dikenal sebagai pelopor lomba lagu campursari pada 24 Agustus 2000, disamping itu pernah masuk nominasi Pameran Pembantu terbaik. Ciptaan lagunya yang mempunyai khas tersendiri yaitu pada hentakan musik dan liriknya yang gado-gado. Album pertama dan kedua masih bercerita tentang Jakarta penuh liku-liku, seperti pad lagu Jakarta oh Jakarta, Jakarta Edan maupun Jaman Edan. Koko Thole menjalani bermacam genre musik sejak lama. Ia mulanya tak hanya keroncong. Ikut di festival lomba mengamen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 1983 dan meraih juara II. Lulusan diploma Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta (NUY) ini sempat melanjut strata I (S-1) di Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM), namun tak selesai. Kemudian ia keburu yakin kepada dunia musik. Pada 12 Juni 1988, berangkatlah ia ke Jakarta. Di Jakarta ia pun menciptakan lagu anak-anak, antara lain berjudul “Buah Apa Namanya” dinyanyikan Ririn Sanusi dan “Selera Nusantara” dinyanyikan oleh Agnes Monica. Setelah itu pada 1989, ia membuat lagu jaz berjudul “Bimbang” untuk Ermy Kulit dan lagu pop jawa “Sabar Ana Watese” dibawakan oleh Iis Sugianto. Sejak kecil, lelaki bernama asli Joko Priyono  itu hidup di antara pemusik keroncong. Kedua orang tuanya menjalani musik sebagai hobi dan bukan profesi. Ibunya, Kuliyah, adalah kepala sekolah dan bapaknya, M Cholili, adalah pengawas sekolah dan penilik. Pemusik yang di Magelang juga berguru kepada Tua Panggabean selama enam tahun itu pun mulai serius menekuni keroncong di Jakarta dan rekaman pertama pada 1990 di Virgo Ramayana Record. Musik keroncong baginya bukan “musik hari ini” sehingga harus lebih kontemplatif. Karena itu, keroncong bukan hanya soal notasi, melainkan juga isi dan syairnya. Ia menggubah berbagai lagu dengan syair yang kuat, mengangkat persoalan kultur dan fenomena kebangsaan di negeri ini. Seperti pada pertengahan syair di dalam karyanya, “Nuansa Kebangsaan”: “Tanamkan rasa kebangsaan. Rekatkan rasa persaudaraan. Jangan putus mata rantai hati. Kebangsaan, satukan tekad kita, satukan bangsa Indonesia…”

    Lagu Hits

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    Discography

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years