M. KadriAnggota

    Biography

    Jika ada advokat punya ambisi menguasai kancah “peradvokatan” mungkin terdengar biasa alias lumrah. Lain halnya, jika ada advokat punya ambisi menguasai dunia lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sektor jasa hukum. Mohamad Kadri adalah salah satu contoh tipe advokat yang kedua. Dalam suatu percakapan dengan hukumonline di sela-sela perhelatan ulang tahun AKSET Law, kantor hukum yang didirikan bersama tiga koleganya, Kadri mengaku punya ambisi ingin menaklukkan dunia musik. Ambisi ini mungkin dilontarkan Kadri karena dia merasa sudah meraih banyak hal sebagai advokat. Memfokuskan diri pada bidang non litigasi, Kadri memang sudah malang melintang di kantor-kantor hukum ternama. Awalnya, Kadri berkiprah di Hadinoto Hadiputranto and Partners (HHP). Dia mengabdi di HHP selama 10 tahun. “Terakhir gue menjadi Senior Associate di sana,” tutur Kadri yang mengaku mengidolakan seniornya di HHP, almarhumah Tuti Dewi Hadinoto. Setelah itu, ia berkiprah di Soewito Suhardiman Eddymurthy Kardono (SSEK). Setelah enam tahun di SSEK, Kadri pun mendirikan kantor hukum sendiri, AKSET kependekan dari Arfidea Kadri Sahetapy-Engel Tisnadisastra. Di sini, Kadri tercatat sebagai partner sekaligus founder. Di luar advokat, bagi Kadri, musik adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari hidupnya. Pria kelahiran 21 Februari ini menggeluti dunia musik sudah cukup lama. Bahkan, lebih lama ketimbang profesi advokat yang kini digelutinya. Bayangkan, saat umur sembilan tahun, Kadri sudah mengasah talentanya dengan mengikuti sekolah vokal di Pranajaya. Untuk diketahui, (alm) Pranajaya adalah musisi seriosa yang telah melegenda di negeri ini. Dengan bekal keterampilan yang diperoleh dari sekolah vokal Pranajaya itulah Kadri berkesempatan tampil di televisi nasional, TVRI. Beranjak remaja, Kadri terus menggeluti dunia musik. Ketika berseragam abu-abu, Kadri mengaktualisasikan bakat musiknya dengan membentuk beberapa band. Lalu, memasuki masa kuliah sekitar tahun 1982, aktivitas bermusik Kadri tidak surut. Mengaku terinspirasi band seniornya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) yakni Solid 80 yang dipimpin oleh Tony Wenas, Kadri pun bergabung dengan Makara Band yang komposisi anggotanya juga mahasiswa FHUI. “Kami mainkan musik-musik hardrock, musik rock yang sebenarnya bikin agak mikir. Terus, sampai dikenal kami sebagai second generation-nya musik hardrock di Indonesia. Yang pertama kan God Bless dan AKA. Kami (Makara Band,-red), Cockpit Band dan Solid 80,” kenang Kadri. Makara Band sempat mencicipi dapur rekaman, tapi tidak berhasil. Pasalnya, aliran Makara Band yang keras tak bisa bersaing dengan musik-musik mainstream yang tren saat itu. “Waktu itu saya sudah menjadi partner di SSEK Lawfirm (Soewito Suhardiman Eddymurthy Kardono,-red),” ujarnya.

    Lagu Hits

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    coveart

    Lagu

    Years

    Discography

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years

    coveart

    Discography

    Years